Top Menu

Sunday, 15 November 2009

STRAIGHTOUT




Dari sela-sela kerusuhan nasional pada Mei 1998 silam, terbentuklah Straightout yang diprakarsai oleh Mui (vocals) dan Pipinx (guitars).
Pada awal musikalitasnya, Straightout di pengaruhi oleh band-band Hardcore seperti Earth Crisis dan Strife. Namun seiring dengan berjalannya waktu, perjalanan panggung dan pergantian line-up yang tidak sedikit, mereka tidak lagi memainkan Hardcore.
Pengaruh musikal mereka bergeser ke arah Band Metal seperti Hamartia, Dead Blue Sky, Arch Enemy, The Black Dahlia Murder, Iron Maiden, hingga Cradle of Filth.
Straightout memiliki suatu ciri sendiri dalam bermusik, bernuansa kelam, sorrow, dan juga megah. Dipadati dengan tempo yang cepat, fill-in dan melodi-melodi yang kritis. Dari dentingan piano dan alunan gundah suara wanita.
Hingga sayatan-sayatan gitar yang tebal mendalam. Diiringi oleh derasnya hentakan drum dan disuarai oleh teriakan pilu yang menggeram.
Ketika tampil, Straightout pun memiliki aksi panggung yang cukup sulit untuk dideskripsikan melalui tulisan semata. Mereka sangguh enerjik dan atraktif. Dari mengayun, memutar, ber-crowd surfing dengan gitar atau pun bass mereka, hingga melemparkannya instrument mereka ke kelantai.
Mengenai sejarah personil, Straightout juga memiliki latar belakang yang cukup unik. Di drumi oleh Beni, yang merupakan seorang penabuh drum dari The Upstairs, yang merupakan band pionir Nu Wave asal Jakarta. Serta Rebecca pada female voice, adalah seorang wanita berparas cantik dengan suara khas dan indah, yang sebelumnya juga sempat menjadi personil dari The Upstairs, dan juga grup dansa elektronik, Goodnight Electric.
1

Pada 25 April 2004, Straightout merilis debut full album bertitel "Undying Beauty and the Symphony of Sadness," dalam bentuk CD dan Kaset di bawah naungan record indie label yaitu "Bluesky Records" dan bekerja sama dengan "Diselexia Records" (Malaysia) serta distribusikan secara online melalui www.interpunk.com.
Album ini menuai respon positif dari fans dan pujian dari media underground lokal. Dan Terjual Sekitar 2000 copy, sehingga mengantarkan Straightout ke berbagai pentas indie hingga ajang pensi SMA bergengsi di Jakarta.
Bahkan merambah ke luar kota seperti Bandung, Purwokerto, Semarang dan Surabaya. Dilanjutkan pada Februari 2005, mereka merilis split album dengan titel "Endzweck Straightout".
Split album ini dilakukan bersama Endzweck yang merupakan salah satu dari japanese hardcore heroes. Dimana saat ini band tersebut telah bergabung dengan salah satu label trendsetter metal hardcore dunia "Goodlife Records", yang juga sempat menangani Avenged Sevenfold dan Poison The Well.
Disusul dengan rangkaian Keep Music Evil Tour 2005 pada 12-15 februari 2005 dimana Straightout bersama dengan Cassandra (Malaysian Metal Core) menjadi Headliner dalam tour di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang dan selalu sukses memerahkan suasana dan memompa adrenalin massa di setiap kota-kota yang mereka datangi.
Pertengahan 2005, pergantian line up kembali terjadi. Kali ini tidak tanggung-tanggung, Rendy (gitar), Dony (keyboard) dan Bayu (vokal) keluar dari straightout.
Namun kekosongan ini tidak membuat Straightout kehilangan semangat mereka, hingga Pada pertengahan 2006 terbentuklah line-up tersolid Straightout yaitu Demise (eks-Sadistis) - vokal, Pipinx - guitars, Danny (eks-Perfect Minor) - guitars, Sonny - bass, Beni (drummer The Upstairs) - drums, Mela (additional player The Sastro) - keyboards dan Rebecca (eks-Goodnight Electric) - female voice.
Straightout kembali memasuki studio rekaman pada Desember 2006, Proses rekaman itu sendiri sebenarnya hanya memakan waktu satu bulan, namun sayangnya dalam penyelesaian tahap akhir, album ini sempat tertunda.
Salah satunya karena banjir bandang yang menimpa ibukota. Setelah melewati berbagai macam proses dan kendala, akhirnya album kedua Straightout yang berjudul "Forsaken Upon Nemesis" pun dapat di rilis pada awal september 2007 ini. Berisikan dua belas lagu terbaru dengan komposisi musik yang lebih liar dari yang sebelumnya.

Taken From :


  • http://www.inilah.com/


  • Tuesday, 15 September 2009

    Edward Van Halen D-Tuning Drop D Tuning System

    Dengan D-Tuna, kini guitar udah bisa ditune dengan drop D hingga E dan balik lagi dengan instant. Eddie Van Halen rupanya udah memakai sistem ini selama 5 tahun. Emang sih, sudah terbukti dengan ini urusan drop-dropan jadi mudah. D-Tuna dibuat dari bahan baja padat. Desain yang udah dipatenkan terbukti udah mampu menghadirkan setelan fine tuning yang lebih teliti, mudah dipakai dan benar-benar memudahkan. Cara pemasangannya sangat mudah, tinggal kendurkan baut pengunci dari saddle senar E pada bridge dan ganti dengan salah dari 2 baut pengunci D-Tuna yang tersedia, pasang juga per-nya, dan terakhir D-Tuna-nya sendiri. Dalam paketnya, masing-masing D-Tuna terdiri dari: D-tuna Allen wrench,per dan 2 baut pengunci senar.
    Kisaran harga : $ 39.95

    Monday, 14 September 2009

    Fender 62 Jazzmaster Electric Guitar (with case)

    Kisaran harga : $ 1,434.95
    Guitar yang pertama kali diperkenalkan pada taun 1958 di NAMM show ini memiliki body yang sangat cocok bagai para Jazzmaster lewat panjangnya yang berukuran 25-1/2 in. Scale dengan pickup sound yang hangat. Switch perpindahan dari mode lead ataupun rhythm didukung pula oleh adanya kontrol volume dan tone. Floating tremolo dengan kuncian tremolo-nya menambah tampilan dan sound Jazzmaster ini lebih baik. Fitur lain : Body: Alder, (Nitro-Cellulose lacquer Finish), Fingerboard: Rosewood, 7.25" Radius (184 mm), jumlah Frets: 21 Vintage Style Frets, Pickups: 2 Special Design American Vintage Jazzmaster Single-Coil Pickups (Neck & Bridge), Controls: "Lead" Circuit: Volume, Tone, "Rhythm" Circuit: Volume, Tone, dll.

    Saturday, 5 September 2009

    QUEEN

    Queen adalah nama band rock Inggris yang populer di taun 1970an, banyak berpengaruh pada band2 masa kini dan punya pendengar yang cukup luas hingga hari ini. Mereka telah menjual sekitar 190 juta rekaman di seluruh dunia. Di kampung halamannya, angka ini di menempati urutan ke dua setelah Beatles dalam hal penjualan secara keseluruhan.
    Mereka beranggotakan : Freddie Mercury (vokal), Brian May (guitar), Roger Meddows-Taylor (drums), dan John Deacon (bass). Meski kritik terus mereka terima selama beberapa dekade, di taun taun sekarang, karya mereka dianggap sebagai pendahulu musik heavy metal, glam rock, progressive rock dan stadium rock. Band ini juga bias dibilang menjadi pelopor video musik komersial sejak taun 1975, hit lagu mereka, Bohekian Rhapsody dirilis ke seluruh dunia dan yang pertama kalinya ada. Dari segi kemasyuran, rekor penjualan, keanekaragaman, dan live show yang digelar, ngga diragukan lagi bahwa belum ada band yang melebihi Queen.
    Lambang Queen yg didesain sang vokalis, Freddie Mercury yg memasukkan tanda tanda zodiac dari semua anggotanya. Queen lahir dari group hard rock psychedelic yg bernama Smile di mana Bryan May adalah gitarisnya dan kemudian tahun 1967 Roger Taylor bergabung di posisi drum. Sepeninggal vokalisnya, mereka berdua pada tahun 1971 membentuk band dengan Freddie Mercury dan beberapa bulan kemudian bergabung juga John Deacon. Setelah 2 tahun berlalu, mereka semua lulus kuliah dan memulai manggung kecil-kecilan. Tahun 1973, mereka merilis album pertama, Queen. Meski album pertama diterima biasa-biasa saja, tapi ternyata Queen II jadi dobrakan besar di tahun 1974. Album ke , Seer Heart Attack dirilis sebelum akhir tahun 1974.Lagu-lagunya mulai juga bersaing di tangga lagu Amrik. A Night at the Opera dan Bohemian Rhapsody adalah judul-judul yg di bilang paling sukses dari album itu. Sejak itu, merekapun udah dianggap mengguncang dunia sebagai bintang rock. Berikutnya, mulailah diperkenalkan lagu-lagu : Somebodyto Love, We are The Champion, We Will Rock You, Fat Bottom Girls dan Bicyle Race lewat berbagai kesempatan mereka yg kadang cukup unik dan nakal. Maklumlah, Queen juga dianggap sebagai glam rock, rock yg juga bedandan cakep dan centil!
    Memasuki tahun 80an, kepopuleran mereka mencapai puncaknya saat merilis The Game yg mengandalkan CrazyLittle Thing Called Love dan Another One Bites the Dust. Selanjutnya, kesuksesan diraupnya lagi lewat soundtrack film Flash Grodon dan barengan David Bowie menyanyikan single Under Pressure hingga tahun 1984. Kemudian giliran bintang mereMa memudar baik di Amrik maupun Inggris. Mereka kemudian mendongkraknya dengan memperluas kepopuleran ke Amerika Latin, Asia dan Afrika. Balik ke Inggris, mereka rada’ disambut ramai lewat konser Live Aid dan merilis A Kind of Magic untuk memperkuat pasar Eropa. Tapi sayang bintang tetap memudar. Nasib yg serupa masih aja menimpa mereka pada album Miracle (1989) dan Innuendo (1991). Tahun 1991, aktivitas Queen berkurang, apalagi setelah tanggal 23 November, Freddie dinyatakan mengidap AIDS dan meninggal sehari sesudahnya. Pada musim semi berikutnya, sisa anggota Queen mengadakan konser di stadion Wembley, Inggris dengan menapilkan artis top kayak : David Bowie, Elton John, Annie Lennox, Def Leppard, dan Gun N’ Roses. Konser ini berhasil ngumpulin jutaan dollar dan disumbangkan untuk Mercury Phoenix Trust yg memperjuangkan kesadaran akan bahaya AIDS. Di tahun-tahun selanjutnya, berbagai aktivitas untuk menikmati keindahan karya Queen masih digelar

    Friday, 4 September 2009

    Kenapa Harus Bangga dengan Embel-embel dari Negeri Paman Sam…! ! !

    Kenapa harus bangga dengan embel-embel dari negeri Paman Sam.OuOuOuoouoOoOuoOouOuuOu,,.Suatu pertanyaan buat anda kawand-kawand.? ? ?Heran....Heran dan heran,,heran dengan kelakuan anak muda di era globalisasi saat ini.Semakin tidak dimengerti dan tidak mau mengerti.Tidak tau pasti ataukah hanya sekedar jaga gengsi dengan teman2nya,atau hanya ingin mengoleksi barang2 ber-Branded,,asal negeri Paman Sam atau negara Eropa laennya.
    Dari tahun ketahun muda mudi di nusantara ini cenderung lebih banyak yg kebarat-baratan,..???Seperti membeli barang2 yg mahal.(Maaf saya tidak bisa menyebutkan bRandnya.Nanti tulisan ini di cekal lagEEEe…HOHOHOHOHohOOHOHo..).Padahal di negeri sendiri barang2 yg ada tidak kalah mutunya dengan yg ada di Negeri Paman Sam dan Sekitarnya.Seperti misal barang2 yg ada di clothing2 kecil atau di distro2 terdekat..
    Tidak berhenti disitu saja kawand muda..Soal namapun mereka lebih memilih sebuah nama yg cenderung kebarat-baratan,..Seperti misal : Michael,,Angel,,Alex,,Catrine,,Richie,,atau bahkan Jose Fernando.HAHAHAHhahahHHahaahaha….(kayak nama pemain telenovela aje bRuR)..Kenapa mereka tidak bangga dengan nama2 yg berasal dari negeri sendiri,,biarpun terdengar agak kuno.Seperti misal : Budi,,Supri,,Bejo,,Tejo,,Supratman,,atau mungkin Suminto (kalau yg ini ke jadulan kayaknya..HEHHEHheHeHHEHHEeee)..Bner2 anak muda jaman sekarang..
    Satu lagi kawand muda,,.Sekarang soal budaya…Tidak jauh beda dengan yg laen2nya.Soal budaya ini anak2 muda tambah lebih parah kayaknya…HuuUuuFfffh..,.(Apa yg terjadi? ? ?).Di negeri kita sendiri ini ada berapa alat musik daerah yg ada..!!!Ratusan mungkin. ,. (Kayak iklan ajah ratusan..ratusan,,HEHEHHHEHEEHHhhehhehee)..Tapi menurut hasil survey 8 dari 10 anak muda Indonesia cenderung tidak bisa memainkan alat musik dari daerahnya masing2..Justru yg lebih bisa memainkan alat musik tradisional seperti gamelan,,angklung,,kecapi,,dan sebagainya itu ialah orang2 dari luar negeri sana (Gile Bener!!!).Tidak menutup memungkinan kalau budaya kita bisa di CLaim dengan gampangnya oleh negara laen…
    Jadi kesimpulannya kawand2 muda..Kita sebagai muda mudi Nusantara,..ialah harus menghargai benar apa yg sudah kita miliki,.Jaga dan pertahankanlah aset budaya kita yg tak ternilai harganya…
    sAvE ouR ciViLiZatEon

    Friday, 28 August 2009

    GayA BeBaS AnAK mUdA di eRA infORmAtiKA

    Apa yg kalian pikirkan tentang dunia anak muda saat ini....!!!!!!!Gaya Bebas Anak Muda di Era Informatika.hUUUuuuuuFFffhhhhh,,.Sungguh benar tidak di mengerti ketika hidup di jaman globalisasi.Hanya daya tarik yang bisa orang beli,itulah modal utama yang dimiliki.Benar-benar aneh....???
    Kaula muda sekarang seakan tidak mengerti arti kreativitas membuat hal yang baru,lebih indah dan bisa menjadikannya berbangga hati sendiri.
    Yang ku twmui akhir-akhir ini para muda hanyalah ingin tampil lebih kernd,gaul or apalah itu...Yang menjadikannya seolah tampil beda.Hanya cenderung memelihara gengsi semata dan senang menghabiskan setumpukan materi yang berasal dari orang tuanya.
    Seperti membeli accesoris2 anak muda dengan harga yang cenderung mahal,atau barang-barang ber-Branded.
    Dan kebanyakan dari mereka hanya akan menjadikan dirinya dangkal kreativitas.Bahkan mereka tidak bisa berpikir untuk maju?...Walaupun hanya sekedar menciptakan karya-karyanya yang original.Namun cukup wajar saja kalau sebagian besar anak muda berperilaku seperti itu.
    Karena dalam masa labil untuk beralih menjadi jati diri yang sebenarnya.
    What do you think about it ? ? ?